Petualangan Rasa di Magelang – 03

Memasuki hari ke-3, tiba di menu utama: lokakarya menulis kuliner.

Sejak semalam sebelumnya, aku sudah menuliskan materi lokakarya di papan tulis. Sebelumnya, Mas Cris & Mbak Nina sudah sempat menawarkan untuk menggunakan layar untuk presentasi. Tapi, rasanya aneh juga menggunakan layar yang membutuhkan tenaga listrik di ruang terbuka seperti halamannya Melek Huruf. Jadi… white board, it is!

Sesi lokakarya ini berlangsung selama dua jam. Yang ku bagikan sebenarnya adalah pengetahuan dasar menulis. Mengenai apa yang harus ditulis. Bahwa sesungguhnya gaya sebuah tulisan itu tetap harus menyesuaikan: untuk siapa dan di mana kita menulis? Tentu, menulis di blog atau Instagram — misalnya, pasti nggak sama dengan ketika kita menulis untuk sebuah media massa di mana sudah ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi. Ya, kan?

Sejak hari pertama, aku sudah memberitahukan peserta bahwa aku akan memberikan sebuah travel journal book yang ku beli dari sebuah jenama pembuat letterpress asal Jogja: McMurs. Hanya satu, untuk satu peserta dengan hasil tulisan terbaik.

Ternyata, hampir semua peserta mengirimkan hasil tulisannya. Dan, sungguh bikin terharu, karena banyak banget yang tulisannya mengagumkan. Iya, bagus! Dan akhirnya travel journal book ini jatuh ke tangan Sinlu — peserta asal Wonosobo, Jawa Tengah.

Nanti, satu persatu, akan ku unggah hasil tulisan teman-teman peserta tersebut di blog ini ya.

Leave a comment